Kesiapan Gereja Selama dan Sesudah Menghadapi Covid-19.

0
208

Pandemi covid-19 terus merajalela dan mengancam kehidupan manusia. Gereja juga kesulitan menghadapi virus ini. Kalau demikian, maka apa yang dipikirkan pihak Gereja selama dan sesudah menghadapi Covid-19?


Momen pembatasan sosial telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan bergereja, termasuk Gereja Betania Ba’a yang terletak di kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Banyak gereja kristen mulai mengkaji ulang hakikat ibadah, gereja, dan pelayanan. Ibadah tidak lagi dibatasi oleh ruang dan penampilan. Ibadah ternyata dapat dilakukan di dalam rumah-rumah jemaat atau tempat-tempat yang dianggap steril, dengan pakaian sehari-hari dan dalam suasana yang lebih non-formal.

Gereja bukan lagi melulu dikaitkan dengan bangunan, tetapi orangnya sendiri, karena sesungguhnya gereja bukanlah gedungnya, tetapi gereja adalah orangnya. Persekutuan orang kristen bukan sekedar berkumpul bersama di tempat yang sama dan melakukan pemujaan yang sama. Persekutuan itu tentang iman dan hati masing-masing orang. Pelayanan juga tidak lagi identik dengan segala sesuatu yang sifatnya liturgia atau gerejawi. Jemaat kristen mulai memikirkan pelayanan di luar gedung gereja. Covid juga membuat kepedulian sosial jemaat semakin kuat.

Waktu melayani di gereja seperti yang biasanya untuk sementara telah diubah dalam beberapa pertemuan. Di Gereja Betania Betania Ba’a-Rote, jadwal gereja yg normalnya dilakukan dua kali kebaktian, namun di era pandemi covid ini, gereja telah mengubahnya menjadi empat kali kebaktian yaitu dua kali di pagi hari, sore dan malam dengan memperhatikan protokol yg di sampaikan oleh SINODE GMIT dan Pemerintah.


Situasi ini pasti akan membawa perubahan dalam bergereja sesudah pandemi berakhir. Gereja harus mempersiapkan segala sesuatu yang sifatnya responsif, bukan cuma mengikuti apalagi mengeluh dengan situasi. Semua Pemimpin gereja sudah saatnya berada di posisi terdepan dan mengarahkan jemaahnya untuk lebih berhati-hati dan patuh terhadap protokoler kesehatan.


Penulis: Onesimus Puling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here