DI TENGAH PANDEMI COVID 19 PAR BETANIA BAA MERAYAKAN NATAL DENGAN MENANAM KELOR DAN PEPAYA

0
434

GMIT BETANIA BA’A – Ada yang menarik dari perayaan natal di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di daerah Ba’a, kecamatan Lobalain, anak-anak sekolah minggu merayakan natal dengan berpartisipasi dalam gerakan menanam kelor dan pepaya (21/12/2020).

Kegiatan ini diprakasai oleh Pengurus PAR GMIT Betania Ba’a. Kegiatan ini juga langsung dipimpin oleh Pendeta Inggrit L. Sole-Foeh, S.Si Teol selaku ketua Majelis Jemaat, Pendeta Yanto Baluk, S.Th, didampingi Sekretaris  Dance R. Ndun dan beberapa pengurus PAR lainnya.

Diantaranya ibu Yanti E. Ndun – Adu, Salomo Sellak, ibu Etryani Beda – Samadara, ibu Nelce Marcus, Aldo Foeh, nona Martha Yohanes, ibu ibu Herlovina Ndolu, nona Agnes Adu, ibu Sumiyati Fanggidae – Lulu, nona Rut Mabilehi, nona Adelia Lomi, nona Eriani Ranno, ibu Nelci Nggadas, pak Richard Eba, Alfaldi Klaas, ibu Martini Puling Laidat, nona Yulian Manafe, ibu  Nenty Tomasui, nona Memet Lapidjahi, Ibu Monika Serang Balol dan ibu Selmy Zacharias.

Menurut Pendeta Inggrit, “Kegiatan tersebut merupakan upaya penghijauan yang masuk dalam rangkaian mendukung program SINODE GMIT yaitu Natal Hijau dan juga mendukung program kelor oleh gubernur NTT”.

Anak PAR dari Rayon Tiberias, Kalvari, Golgota, Imanuel, Bukit Sion, Getsemani, Betel, dan Betlehem mendapat giliran  hari ini. Inilah cara anak-anak PAR GMIT Betania Ba’a merayakan Natal Tahun 2020 di tengah pandemi covid, pungkas Pendeta Inggrit.

Pendeta Inggrit juga menyampaikan bahwa, “dalam pelaksanaan kegiatan Natal Hijau ini, kami tetap mengacu pada protokoler kesehatan, dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Sementara itu Ketua PAR GMIT Betania Ba’a Yanti Ndun Adu mengatakan,” kegiatan menanam Kelor dan pepaya ini merupakan acuan dari Natal Hijau yg di canangkan oleh SINODE. Dalam kegiatan menanam kelor dan pepaya, juga ada kegiatan pembagian bingkisan Diakonia dan bingkisan Natal dari gereja sebagai bentuk kasih, kata ibu Yanti”.

Selain itu Guru PAR, Ibu Martini Puling Laidat dari Rayon Getsemani dan Ibu Monika Balol dari Rayon Bukit Sion juga mengatakan “Kami berharap, penanaman pohon kelor dan pepaya ini bisa menjadi contoh kecil dan sebagai pengganti pohon-pohon yang telah ditebang,”. Mereka juga bermaksud ingin mengajarkan kepada anak-anak PAR GMIT Betania Ba’a  tentang nilai menghormati alam dan memahami arti melestarikan lingkungan.

Dari rangkaian kegiatan Natal Hijau ini juga memberi pesan kepada kita supaya semua lapisan masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan mereka masing-masing. (Onesimus Puling)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here